Jatuh Bangun Partai Buruh dari Era Reformasi ke Pemilu 2024

Kelompok serikat pekerja akan mencanangkan partai baru di Kongres Jakarta pada 45 Oktober 2021. Partai Buruh memiliki sejarah panjang dalam politik elektoral dan gerakan sosial.

Setelah runtuhnya Orde Baru pada tahun 1998, beberapa partai buruh muncul di era reformasi, termasuk Partai Buruh Nasional (PBN) yang didirikan pada 28 Agustus 1998. oleh Mochtar Pakpahan dan Sekjen Sonny Pudjisasono. PBN tidak bisa memenangkan kursi di parlemen, PBN hanya mendapat 111.629 suara.

Lima tahun kemudian pada saat slot online sedang booming dengan game judi slot online gacor di tahun 2004, PBN berubah nama menjadi Partai Pekerja Sosial Demokrat (PSD) dan menjadi satu-satunya partai buruh yang berhasil lolos uji Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Melalui publikasi Dodi Faedlulloh (2019) dalam majalahnya yang berjudul Kegagalan Gerakan Buruh dan Partai Buruh dalam Pemilu Era Reformasi, PBSD tidak dapat memperoleh kursi dalam pemilu nasional dengan hanya 0,56 persen atau 636.397 suara. untuk menang.

Sebelum PBSD bisa memilih dalam pemilu berikutnya, peninjauan KPU gagal. Namun, bersama tiga partai lainnya, ia mengajukan gugatan ke majelis konstituante untuk ikut pemilu. Penurunan perolehan suara terjadi pada pemilu 2009 ketika PBSD berganti nama menjadi Partai Buruh dengan nomor urut 44.

Partai Buruh hanya memperoleh 265.203 suara, berbeda dengan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) yang didirikan pengusaha Daniel Hutapea, PPPI memperoleh 745.625 suara. Setelah itu, Partai Buruh tidak mengikuti Pemilu 2014 karena syarat pendirian partai politik berdasarkan UU No 2 Tahun 2011 sangat ketat.

Persyaratan partai politik untuk mengikuti pemilu adalah berbadan hukum dan mensyaratkan partai tersebut memiliki sekurang-kurangnya 100 persen dari seluruh provinsi, 75 persen dari jumlah Kabupaten/Kota, dan 50 persen dari jumlah Kecamatan di setiap dari Regenerasi/Kota yang bersangkutan mengelola.

Partai Buruh melewatkan dua periode dalam pemilu 2014 dan 2019. Kelompok buruh menyatakan akan kembali pada Pemilu 2024.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan bahwa partai buruh yang baru ini memiliki kepengurusan di tingkat nasional, seratus persen di tingkat provinsi, 80 persen di tingkat kabupaten/kota. Sedangkan di tingkat kecamatan baru 35 persen yang artinya kurang 15 persen.

Namun demikian, Said menjelaskan bahwa partai buruh kali ini diinisiasi oleh empat konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia dan siap mengikuti pemilu 2024.

Jumlah serikat buruh yang mendukung di belakangnya inilah yang menjadi pembeda dengan partai buruh yang pernah ada sebelumnya. Bahkan sebagian dari mereka banyak yang daftar judi slot online untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Karena agen judi resmi ini memiliki banyak game slot yang sangat asyik dan menawarkan banyak bonus yang menggiurkan.

“Suara kaum buruh dan petani nelayan serta konstituen partai buruh harus diberikan kesempatan yg sama disuarakan melalui jalur parlemen,” katanya, Sabtu 2 Oktober 2021.

Artikel yang Direkomendasikan