Apa Pendapat PDIP Soal Kinerja Jokowi Yang Menurun?

Politikus PDIP bernama Hendrawan Supratikno merespons hasil survei lembaga Survei Indonesia atau LSI yang menyatakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dalam menghadapi pandemic virus corona atau Covid – 19 yang menurun.

“Tingkat kepuasan naik turun dalam politik yang dinamis itu hal biasa. Justru kalau tidak demikian akan mengherankan. Jangan kita terbuai dengan kausalitas tunggal,” kata Hendrawan saat dihubungi, Senin 19 Juli.

LSI sebelumnya memaparkan hasil survei yang mereka lakukan di periode 22 hingga 25 Juni 2021 terhadap 1200 responden dari 34 provinsi.

Survei menggunakan metode simple random sampling dengan tingkat kesalahan sekitar 2,8 persen. Dari hasil survei tersebut diketahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi memang masih cukup tinggi pada Juni 2021 dengan 59,6 persen.

Namun angka tersebut menurun dibandingkan pada Desember 2020 yang mencapai 68,9 persen. Lebih lanjut, menurut Hendrawan, pihaknya sejak awal sudah mencatat seluruh perkembangan penanganan pandemic dengan cermat.

Di sisi lain, partai berlomba – lomba untuk menjaga kepercayaan rakyat. “Itu sebabnya instruksi kepada kader jelas dan tegas, konsisten untuk turun ke bawah, menghadirkan wajah partai yang solutif dan melayani,” ujar dia yang juga anggota DPR dari dapil Jawa Tengah X (Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kota Pekalongan) tersebut.

Hendrawan juga menambahkan bahwa pemerintah masih perlu meningkatkan koordinasi serta pengawasan implementasi kebijakan dalam penanganan pandemic.

Bahkan, ia juga meminta Jokowi mengganti pihak – pihak yang menghambat birokrasi dan kebijakan pemerintah.

“Semua langkah kebijakan harus didasarkan atas data dan bukti. Pihak-pihak yang menghambat birokrasi yang efisien harus diganti,” tuturnya.

Walau begitu, Hendrawan tidak merinci siapa saja sosok yang ia sebut menghambat birokrasi. Ia hanya mengingatkan, dalam situasi kali ini, keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi.

“Kami mengingatkan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (salus populi suprema lex esto). Bukan yang lain. Titah konstitusi di atas segala kepentingan partisan,” katanya.

Hasil survei juga menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi dalam menangani wabah virus Corona atau Covid – 19 cenderung menurun dalam enam bulan terakhir.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, tingkat kepuasan mereka memang masih cukup tinggi pada Juni 2021 dengan 59,6 persen. Namun angka itu menurun dibandingkan Desember 2020 yang mencapai 68,9 persen.

“Jadi selama enam bulan terakhir, dari Desember 2020 ke Juni 2021 ini, meskipun mayoritas masyarakat masih cukup puas dengan kinerja presiden dalam menangani wabah, tapi seperti bisa liat ada tren penurunan selama enam bulan terakhir, menjelang PPKM Darurat,” kata Djayadi dalam konferensi pers secara virtual, Minggu 18 Juli.

Hal ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh pihaknya pada 22 hingga 25 Juni 2021 terhadap 1200 responden dari 34 provinsi.

Lebih lanjut, menurut Djayadi, tingkat ketidakpuasan masyarakat itu malah cenderung lebih besar terjadi di masyarakat yang daerahnya melaksanakan PPKM Darurat. Ia menyatakan, dari hasil survei, sebanyak 49,4 persen yang menyatakan tidak puas merupakan masyarakat DKI Jakarta.

Berikutnya tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi di Jawa Barat 43,7 persen; Jawa Tengah 40,9 persen, dan Sulawesi 44,7 persen.

Menurut Djayadi hal tersebut beririsan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Presiden Jokowi dalam menangani wabah. Dari hasil survei LSI menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat juga menurun dalam empat bulan terakhir.

Artikel yang Direkomendasikan