Berlangsung di Istana, Pertemuan Prabowo dengan Mewagati Mendapat Kritik

Pertemuan yang terjadi antara Ketua Umum PDI-P, yakni Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menuai polemik karena keduanya melakukan pertemuan di Istana Negara.

Keduanya bertemu pada Rabu (17/11/2021) di dalam salah satu ruang VVIP yang terdapat di Istana Negara. Momen ini bersamaan dengan pelantikan dari mantan Kepala Staf Angkatan Darat yakni Jenderal Andika Perkasa yang dilantik sebagai Panglima TNI.

Awal mulanya informasi mengenai pertemuan ini diungkapkan oleh Hasto Kristiyanto yang merupakan Sekretaris Jenderal.

Ia mengatakan situs judi slot online melihat Prabowo berjalan cepat menuju Megawati ketika ia sedang bersama Megawati bermain judi online. Selain itu ia juga mengungkapkan kalau keduanya masuk ke dalam ruang VVIP bersama dengan Pramono Anung.

“Pada saat saya mendampingi ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo,”

“Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama, dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi,” Ucap Hasto.

Tetapi Hasto tidak memberikan keterangan apakah pertemuan itu dilakukan sesudah atau sebelum pelantikan.

Hasto juga tidak secara detail mengungkapkan mengenai pertemuan yang terjadi antara Megawati dengan Prabowo itu. Ia hanya menambahkan kalau pertemuan itu jua dihadiri oleh anak dari Megawati yang merupakan Ketua DPR saat ini, yakni Puan Maharani.

Yang dibahas dalam pertemuan itu menurut Hasto hanya seputar politik Kebangsaan dan juga beragam dinamika politik nasional.

Tetapi pertemuan ini mendapatkan kritikan dari Andi Mallarangeng yang merupakan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Ia bahkan membandingkan tindakan ini dengan Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yodhoyono yang tidak pernah menggunakan Istana Kepresidenan untuk urusan partai politik degan para petinggi partai.

“Kalau di zaman pak SBY, kegiatan politik kepartaian biasanya dilakukan di Cikeas,” Ucap Andi.

Ia jua mengaku heran bagaimana bisa pertemuan itu bisa terjadi di Istana Negara bahkan tanpa kehadiran Presiden Joko Widodo.

“Bagaimana mungkin ada orang-orang yang bukan presiden menjabat, melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden. Presiden saja tidak pantas melakukannya. Apakah sudah mendapat izin Presiden?” kata eks Jubir SBY itu.

Kemudian ia menjelaskan kenapa Istana Negara tidak diperbolehkan menjadi tempat untuk pertemuan politik kepartaian. Menurutnya, Istana Negara adalah simbol dari Kepresidenan, jadi sejak dulu Istana tidak pernah digunakan sebagai tempat untuk agenda politik kepartaian.

Ini merupakan tempat Presiden RI berkantor dan melakukan aktivitas kenegaraan, sekaligus sebagai tempat kediaman dari Presiden. Bahkan kalau Presiden ingin melakukan pertemuan politik, maka sebaiknya tidak diadakan di Istana Kepresidenan. Karena harus menghormati simbol kepresidenan itu sendiri seperti layaknya agen judi slot online menghormati para membernya.

“Biasanya dilakukan di Wisma Negara, yang berada di samping Istana Negara dan Istana Merdeka,” ujar Andi.

Artikel yang Direkomendasikan