Moeldoko Berjaket Demokrat di Ucapan Idul Adha Menuai Kontra

Politikus Partai Demokrat bernama Rachland Nashidik menyindir gambar kepala staf presiden atau KSP Moeldoko dan juga eks politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun dalam ucapan hari raya Idul Adha 1442 H.

Pada cuitan di akun Twitternya pada elasa 20 Juli, Rachland memaafkan perbuatan Moeldoko dan juga Jhoni yang berusaha merebut kepemimpinan sah Partai Demokrat di bawah nakhoda Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Di dalam postingan tersebut, ia turut membagikan gambar ucapan selamat Hari Raya Idul adha 1442 H dengan Moledoko menggunakan jaket demokrat sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan Jhoni sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Keduanya terlihat menggunakan jaket biru khas partai Demokrat. Sampai pukul 10.41 WIB, postingan Rachland sudah mendapatkan 402 reply, 330 retweet, dan 1000 likes.

“Kita maafkan hari ini. Besok kita tertawakan lagi,” cuit Rachland. Rachalnd juga menilai bahwa Moeldoko tidak memiliki etika dan tebal muka. Menurutnya, Moeldoko menjadi salah satu penyebab pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi tak lagi dihormati oleh rakyat.

“Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden @jokowi ini tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya,” ucap Rachland.

Sebelumnya, eks kader Partai Demokrat bersama Moeldoko melakukan maneuver dengan upaya mengkudeta kepemimpinan AHY melalui Kongres Luar Biasa atau KLB Deli Serdang.

Moeldoko dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Selain dirinya, ada pula sejumlah nama lain yang menduduki kursi elite partai.

Sebagian besar di antara mereka adalah eks kader Partai Demokrat yang dipecat oleh AHY. Di antaranya Jhoni Allen, Marzuki Alie, dan Max Sopacua.

Seiring berjalannya waktu, Kementrian Hukum dan juga Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham menolak Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa atau KLB dengan Ketua Umum Moeldoko.

Penolakan hasil KLB Partai Demokrat disampaikan langsung oleh Menkumham Yasonna H. Laoly dalam konferensi pers daring yang didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, pada Rabu 31 Maret.

Yasonna menyatakan bahwa hasil perbaikan dokumen yang diserahkan oleh pihak KLB masih ada beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi, antara lain belum ada DPD – DPC, erta tidak disertai oleh mandate dari ketua DPD dan DPC.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai seharusnya meminta maaf pada Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, hingga Presiden Joko Widodo.

Hal ini merespons pernyataan Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, yang kecewa karena Moeldoko tidak minta maaf ke SBY pada momentum Idulfitri tahun ini.

“Seharusnya, SBY dan AHY-lah yang harus memanfaatkan momen lebaran Idulfitri ini untuk minta maaf kepada Presiden Jokowi, Menkumham Yasonna, dan KSP Moeldoko,” kata Juru Bicara Partai Demokrat hasil KLB Muhammad Rahmad, Minggu 16 Mei.

Menurutnya, SBY erta AHY sudah menebar fitnah dan berita yang tidak benar dengan menuduh Jokowi, Yasonna, dan juga Moeldoko di balik konflik internal Partai Demokrat.

Ia juga menerangkan bahwa KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Februari lalu diselenggarakan oleh kader Partai Demokrat, dibiayai sendiri, dan sama sekali tidak pernah melibatkan Moeldoko, Yasonna, maupun Jokowi.

Artikel yang Direkomendasikan